8 Tips Menulis Email Marketing yang Benar-Benar Dibuka Pelanggan

8 Tips Menulis Email Marketing yang Benar-Benar Dibuka Pelanggan

Email marketing bukanlah strategi yang ketinggalan zaman, tetapi hanya perlu pembaruan. Banyak orang lupa bahwa setiap email harus bersaing dengan puluhan email lainnya di inbox. Jika isinya tidak jelas, relevan, dan tepat waktu, besar kemungkinan email tersebut akan diabaikan.

Dalam blog ini, kita akan mempelajari tips sederhana dan praktis agar email Anda lebih menonjol. Baik baru memulai email marketing atau ingin meningkatkan openrate. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membantu email terasa lebih personal dan relevan bagi pembaca.

1. Posisikan diri sebagai pembaca

Sebelum menulis email, coba tanyakan kepada diri Anda, kenapa orang harus membuka email ini?

Orang tidak membuka email karena Anda mengirimkannya, tetapi karena mereka ingin melihat benefit yang ditawarkan, seperti diskon, solusi masalah, atau sesuatu yang menarik.

Contoh, Anda bisa saja menulis subjek "Newsletter Desember", tetapi subjek seperti itu terasa biasa saja dan mungkin hanya sedikit yang akan membuka email Anda. Cobalah menuliskan "Penawaran spesial Desember, khusus untuk Anda", sehingga pelanggan bisa tergerak untuk membuka email yang dikirimkan.

2. Selaraskan subject line dan preheader

Anda bisa menuliskan judul email di subject line. Jika judul email Anda tidak menarik, isi email tidak akan pernah dibaca. Namun, preheader, yang muncul setelah subject juga sama pentingnya karena keduanya saling melengkapi.

Pastikan subject dan preheader tidak mengulang kata yang sama, tetap singkat, dan menonjolkan nilai bagi pembaca. Subject yang akan menarik perhatian, sementara preheader memberi alasan kuat untuk membuka email.

3. Personalisasi isi email

Email yang terasa personal cencerung lebih menarik bagi para pelanggan jika dibandingkan dengan email yang kaku. Meskipun dikirimkan ke ribuan orang, email sebaiknya tetap terasa seperti ditujukan secara pribadi.

Bagaimana agar email terasa personal? Anda bisa menggunakan nama penerima, menyesuaikan dengan aktivitas mereka sebelumnya, dan gunakan bahasa yang natural. Kalimat sederhana dan ramah jauh lebih efektif dibandingkan bahasa formal yang kaku.

Baca juga:

Sebelum Pilih Email Hosting, Perhatikan 9 Faktor Penting Ini

Ketahui Cara Buat Email Baru Agar Terlihat Profesional

4. Kirim di waktu yang tepat

Salah satu faktor yang memengaruhi open rate adalah waktu pengiriman. Email yang bagus sekalipun bisa tenggelam jika dikirim di waktu yang kurang tepat.

Secara umum, email yang dikirim pada pagi hari di hari kerja cenderung mendapat hasil lebih baik. Namun, setiap audiens memiliki perilaku yang berbeda. Cara tebaik adalah dengan mencoba beberapa waktu pengiriman dan melihat mana yang paling efektif.

5. Sesuaikan tone dengan audiens dan tujuan email

Cara Anda menulis harus menyesuaikan siapa pembacanya dan jenis email yang dikirimkan. Jika Anda berniat mengirimkan email untuk reminder tentu nadanya akan berbeda dengan nada email promosi atau email sambutan.

Inilah pentingnya untuk mengenali audiens Anda. Jika mereka lebih santai, gunakan bahasa yang lebih ringat. Jika audiens Anda lebih banyak profesional, gunakan nada yang lebih formal tetapi tetap jelas dan ramah.

6. Buat email yang mudah dibaca

Kebanyakan orang tidak membaca email secara keseluruhan, terkadang mereka hanya memindai atau membaca sekilas email tersebut. Karena itu, kita harus bisa menyusun email yang mudah dipahami dengan cepat.

Anda bisa menyampaikan poin utama di awal, buat paragraf yang pendek, dan hindari kalimat yang sulit dipahami. Jika ingin menambahkan call-to-action, tambahkan dengan kalimat yang jelas dan mudah ditemukan.

7. Sertakan bukti untuk mendukung klaim

Jika ingin mempromosikan produk Anda, jangan hanya mengatakan produk Anda bagus atau terbaik, cobalah untuk menyertakan buktinya. Anda bisa menambahkan testimoni singkat, angka, atau hasil nyata untuk membangun kepercayaan.

Daripada mengatakan "Produk kami meningkatkan produktivitas", akan lebih baik jika disertai data yang konkret seperti penghematan waktu atau peningkatan hasil.

8. Terus uji dan tingkatkan

Anda tidak bisa membuat email sempurna secara instan. A/B testing membantu Anda untuk memahami apa yang benar-benar berhasil, mulai dair subject line, waktu kirim, hingga call-to-action.

Lakukan pengujian secara konsisten, ubah satu elemen dalam satu waktu, dan gunakan hasilnya untuk email berikutnya. Tools seperti Zoho Campaigns memudahkan proses ini, bahkan untuk pemula.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kode bahasa komentar.
Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju dengan pemrosesan data pribadi sesuai dengan Kebijakan Privasi.

Postingan Terkait