Semua bisnis berhadapan dengan begitu banyak data, mulai dari angka penjualan, interaksi pelanggan, tren pasar, hingga metrik operasional. Jumlahnya bisa terasa sangat besar dan sulit dicerna.
Inilah peran penting dari visualisasi data. Dengan penyajian data yang tepat, data bukan lagi sekadar deretan angka, melainkan sumber insight yang mudah dipahami dan digunakan untuk mengambil keputusan.
Dengan menggunakan platform business intelligence (BI), Anda bisa mengubah data mentah yang semula hanyalah deretan angka menjadi visual dan cerita yang bermakna.
Berikut ini adalah lima cara yang bisa Anda gunakan untuk memvisualisasi bisnis dengan platform BI.
1. Dashboard

Dashboard berfungsi sebagai pusat informasi yang dapat disesuaikan, menampilkan gambaran real-time dari berbagai key performance indicators (KPI) dalam satu tampilan.
Jika Anda seorang sales manager, Anda bisa melihat total penjualan, performa per wilayah, hingga pencapaian masing-masing sales dalam sebuah dashboard terpadu. Karena semuanya ditampilkan secara terpusat, tentunya ini akan memudahkan Anda untuk mengidentifikasi tren, anomali, atau area yang perlu perhatian lebih.
Di sisi lain, dashboarduntuk general manager mungkin menampilkan visual yang berbeda. Misalnya pie chart untuk distribusi penjualan produk, grafik batang perbandingan pendapatan bulanan, dan grafik garis dari pertumbuhan akuisisi pelanggan. Karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap peran, dashboard membuat pemantauan bisnis menjadi lebih intuitif dan efisien.
2. Grafik dan diagram

Penyajian data menggunakan grafik dan diagram dapat membantu menyederhanakan data yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Pola dan tren yang sebelumnya tersembunyi bisa langsung terlihat dalam hitungan detik.
Misalnya, untuk menganalisis tren penjualan, grafik garis dapat menunjukkan kenaikan atau penutunan penjualan sepanjang tahun. Saat dipresentasikan pun, grafik atau diagram ini lebih mudah dipahami oleh audiens.
Inilah salah satu kelebihan dari menggunakan grafik atau diagram, yaitu membuat data lebih mudah dipahami dan diingat oleh siapa pun yang melihatnya.
Baca juga:
3 Tren Business Intelligence (BI) yang Akan Mengubah Cara Perusahaan Mengambil Keputusan
Biar Data Bekerja untuk Anda, Ini 7 Langkah Memilih Platform BI yang Tepat
3. Heat map

Heat map menggunakan gradasi warna untuk menunjukkan kepadatan atau intensitas data, sehingga area dengan aktivitas tertinggi langsung terlihat. Visualisasi ini sangat efektif untuk memahami distribusi dan pola perilaku.
Dalam konteks digital marketing, heat map dapat menunjukan area mana yang paling banyak diklik oleh pengunjung di website Anda. Dari sini, Anda dapat menyesuaikan tata letak, penempatan tombol, atau elemen visual lainnya untuk meningkatkan engagement dan konversi.
4. Laporan interaktif

Tidak hanya melihat data, laporan interaktif memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengannya. Pengguna dapat melakukan drill-down, memfilter data, dan menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan.
Jenis laporan ini sangat bermanfaat bagi tim lintas fungsi, karena setiap anggota dapat mengeksplorasi data dari sudut pandang masing-masing tanpa harus membuat laporan baru. Semua stakeholder tetap mengacu pada sumber data yang sama, namun dengan insight yang relevan bagi peran mereka.
Contohnya, seorang analis keuangan dapat membuka laporan interaktif dari revenue per kuartal. Jika ingin melihat secara rinci, Anda cukup mengklik kuartal tertentu. Jika ingin hasil maksimal, Anda bisa menambahkan filter yang dapat digunakan untuk menyoroti produk dengan performa terbaik atau periode tertentu. Laporan pun berubah menjadi alat eksplorasi, bukan sekadar ringkasan statis.
5. Visualisasi data berbasis geografis

Visualisasi data geografis menggabungkan data yang sudah ada dengan peta dan memberikan konteks lokasi dalam analisis. Pendekatan ini sangat berguna bagi bisnis dengan jangkauan regional atau nasional.
Bisnis ritel, misalnya, dapat memetakan data pelanggan untuk melihat wilayah dengan penjualan tertinggi. Jika terlihat bahwa suatu produk laris di Jakarta dan Surabaya, tetapi kurang diminati di kota lain, tim pemasaran dapat menyesuaikan strategi promosi secara lebih tepat sasaran. Selain itu, visualisasi ini juga membantu perencanaan stok, peramalan permintaan, dan alokasi sumber daya yang lebih efisien.
Comments